FIT4GLOBAL SEARCH

Tuesday, June 25, 2019

Program Unggulan berbasis Riset (Penelitian): PERISAI DEVISA #ForeignExchangeShield



#Program

1). Pengenalan Dasar
2). Melatih Kemampuan Sumber Daya Manusia berbasis Riset Mandiri
3). Melatih SDM untuk berkreasi baik tulisan, bicara, dan analisis
4). Penjurusan bidang pelatihan SDM:
     a. analisis
     b. game robotik (software)
     c. aplikasi analisis monetery sector ke sektor riil (nyata) yang sesuai bakat dan minat

#Catatan: tulisan di atas masih akan terus direvisi dengan melihat perkembangan yang ada. Dilakukan semata untuk menjawab tantangan jaman, membekali insan manusia agar memiliki kemampuan riset di bidang keseimbangan sektor riil dan non riil, agar tercipta bangsa yang mandiri dan berintelektual tinggi. Program ini adalah program unggulan FIT4GLOBAL untuk mencerdaskan kehidupan bangsa berbasis riset.

Salam Hangat,








FIT4GLOBAL
untuk bangsa
https://www.fit4global.com

Monday, May 7, 2018

Penggunaan Analisis Sektor Non Riil untuk Sektor Riil demi Memperkuat Ekonomi Nasional

Di sini merupakan media riset dari pengalaman internal, dengan memanfaatkan analisis sektor non riil untuk menjaga sektor riil, dengan tujuan memperkuat ekonomi internal. Semoga bermanfaat untuk kepentingan yang jauh lebih besar nantinya.
Ditulis secara tersendiri karena membutuhkan ruang tulisan yang banyak, untuk mendapatkan obyektivitas yang terukur.

#FIT4GLOBAL

Wednesday, May 2, 2018

Postingan Kegunaan Riset Analisa Sektor Non Riil untuk Sektor Riil akan segera dirilis.

Setelah mempertimbangkan beberapa lama, akhirnya website ini akan dijadikan media untuk menguji #KegunaanAnalisisSektorNonRiil_untuk_SektorRiil.
Dengan demikian sehingga dapat menjadi media yang baik untuk mengembangkan kehidupan masyarakat, berbangsa, dan bernegara yang harmonis.
Semoga bermanfaat.
(fit4global)

Wednesday, July 6, 2016

ANALISA KEADAAN EROPA dan INGGRIS after BREXIT


Keputusan brexit seolah tidak direncanakan, artinya keluarnya UK dari EU dapat membawa kejatuhan UK.
Apakah akan ada perang saudara di dalam Inggris sendiri?
Hasil Brexit yang tipis bisa saja berdampak pada Perang Sosial Media ( Social Media wars) dengan istilah minority-majority akan saling hina dan menyalahkan.

Kalau Scotlandia diprediksi akan melepaskan diri dari UK.

Di lain pihak, ada yang memperkirakan bahwa UK akan jauh lebih kuat karena secara ekonomi UK kuat. Namun masalah terbesar mereka (UK) saat ini adalah imigran, jadi keputusan Brexit bisa berimbas pada safety place citizennya, sementara di EU harus berbagi imigran.

Dari sudut pandang ekonomi, UK negara kaya, menghabiskan uang untuk mengurusi negara-negara EU yang kurang beruntung, karena itulah UK ingin merestrukturisasi kebijakan ekonominya.

Menurut analisa bahwa transisi ini tidak akan mudah.
Mengapa?
Kenyataan yang ada saat ini adalah:
  1. Orang-orang EU yang saat ini yang memiliki bisnis di UK sudah mulai menggeliat, mulai berfikir menutup usahanya di UK dan kembali pulang ke negaranya asal,
  2. Begitu juga para pekerja non UK turut merasakan dampak Brexit,

Kedua point di atas adalah dampak ketidakpastian atas penggodokan new regulations (peraturan baru) untuk para imigran.

Diprediksi isu sara mulai ditiup.

  1. UK sendiri tidak bisa serta merta menjual barang produksinya ke EU kembali, tanpa meninjau kembali sertifikasi-sertifikasi standar EU, karena UK sudah bukan anggota EU lagi.
  2. Dampak dari point ke-3 adalah peningkatan anggaran untuk peninjauan sertifikasi standar tersebut sehingga harga jual menjadi lebih mahal.
  3. Produk-produk Inggris sudah tidak menjadi primadona global lagi, tidak seperti fashion Spanyol atau teknologi dari Jerman, makanan dari Belanda, yang secara notabene dikenal baik di seluruh dunia,
  4. maka dengan adanya itu ditambah biaya menutupi Production Cost nya, diprediksi barang-barang produksi UK menjadi tidak laku di Uni Eropa.
  5. Ditambah sentimen pribadi dari beberapa negara Uni Eropa yang masih dibawah standar ekonomi layak Masyarakat Eropa, maka produk-produk Inggris dapat mengalami kesulitan pemasararn di Masyarakat Uni Eropa sendiri.

>> Sementara itu ada beberapa voters yang menyesal setelah hasil polling keluar, karena dia vote “leave”, dan it's happening <<.

Diharapkan tokoh-tokoh kunci pemerintahan dan parlemen UK dapat membuat kebijakan yang baik untuk obyek-obyek vital.


FIT4GLOBAL

(sumber: kesimpulan analisis dari dialog interaktif dengan Pip Wusa, dari Negeri Belanda)
Catatan: sumber gambar dari internet, www.timeshighereducation.com, sebagai ilustrasi semata.




ANALISA KEADAAN EROPA dan INGGRIS after BREXIT


Keputusan brexit seolah tidak direncanakan, artinya keluarnya UK dari EU dapat membawa kejatuhan UK.
Apakah akan ada perang saudara di dalam Inggris sendiri?
Hasil Brexit yang tipis bisa saja berdampak pada Perang Sosial Media ( Social Media wars) dengan istilah minority-majority akan saling hina dan menyalahkan.

Kalau Scotlandia diprediksi akan melepaskan diri dari UK.

Di lain pihak, ada yang memperkirakan bahwa UK akan jauh lebih kuat karena secara ekonomi UK kuat. Namun masalah terbesar mereka (UK) saat ini adalah imigran, jadi keputusan Brexit bisa berimbas pada safety place citizennya, sementara di EU harus berbagi imigran.

Dari sudut pandang ekonomi, UK negara kaya, menghabiskan uang untuk mengurusi negara-negara EU yang kurang beruntung, karena itulah UK ingin merestrukturisasi kebijakan ekonominya.

Menurut analisa bahwa transisi ini tidak akan mudah.
Mengapa?
Kenyataan yang ada saat ini adalah:
  1. Orang-orang EU yang saat ini yang memiliki bisnis di UK sudah mulai menggeliat, mulai berfikir menutup usahanya di UK dan kembali pulang ke negaranya asal,
  2. Begitu juga para pekerja non UK turut merasakan dampak Brexit,

Kedua point di atas adalah dampak ketidakpastian atas penggodokan new regulations (peraturan baru) untuk para imigran.

Diprediksi isu sara mulai ditiup.

  1. UK sendiri tidak bisa serta merta menjual barang produksinya ke EU kembali, tanpa meninjau kembali sertifikasi-sertifikasi standar EU, karena UK sudah bukan anggota EU lagi.
  2. Dampak dari point ke-3 adalah peningkatan anggaran untuk peninjauan sertifikasi standar tersebut sehingga harga jual menjadi lebih mahal.
  3. Produk-produk Inggris sudah tidak menjadi primadona global lagi, tidak seperti fashion Spanyol atau teknologi dari Jerman, makanan dari Belanda, yang secara notabene dikenal baik di seluruh dunia,
  4. maka dengan adanya itu ditambah biaya menutupi Production Cost nya, diprediksi barang-barang produksi UK menjadi tidak laku di Uni Eropa.
  5. Ditambah sentimen pribadi dari beberapa negara Uni Eropa yang masih dibawah standar ekonomi layak Masyarakat Eropa, maka produk-produk Inggris dapat mengalami kesulitan pemasararn di Masyarakat Uni Eropa sendiri.

>> Sementara itu ada beberapa voters yang menyesal setelah hasil polling keluar, karena dia vote “leave”, dan it's happening <<.

Diharapkan tokoh-tokoh kunci pemerintahan dan parlemen UK dapat membuat kebijakan yang baik untuk obyek-obyek vital.


FIT4GLOBAL

(sumber: kesimpulan analisis dari dialog interaktif dengan Pip Wusa, dari Negeri Belanda)
Catatan: sumber gambar dari internet, www.timeshighereducation.com, sebagai ilustrasi semata.