World Currency

World Currency
Sebuah catatan harian pribadi untuk meng-implementasi-kan analisis sektor non riil ke dalam sektor riil untuk menghadapi tantangan ekonomi global

Friday, April 15, 2016

RISET GOLD (FG) > Dengan Memegang Analisis, BUYER (Pembeli) akan Hemat Rp 600.000,- per 100 gram Emas!

RISET GOLD (FG)
by. FIT4GLOBAL




(1).HARGA RIIL SAAT ANALISIS (BEFORE): 

(sumber: http://harga-emas.org/)
Harga Emas di antam : Rp 53.050.000,- per 100 gram
Buyback: Rp 521.000,- per 1 gram



(2). ANALISIS :

(gambar software metatrader pergerakan emas saat analisis masih di level 1250)

 >>> dari Grafik di atas, kemudian dianalisis di bawah ini <<<




(screenshot analisis FIT4GLOBAL)

Menurut analisis bahwa harga emas berpotensi jatuh di bawah level 1250, namun di tengah pembentukan down ke depan, masih ada kontraksi up beberapa saat. Di sinilah kita bisa berperan kapan kita membeli/ menjual emas.

(3). HARGA RIIL SESUDAH ANALISIS (AFTER):


(sumber: http://harga-emas.org/)
Harga Emas di antam per 12 April 2016 : Rp 53.550.000,- per 100 gram

Buyback: Rp 524.000,- per 1 gram
=========================


(sumber: http://harga-emas.org/)
Harga Emas di antam per 13 April 2016 : Rp 53.350.000,- per 100 gram

Buyback: Rp 522.000,- per 1 gram

=========================




(sumber: http://harga-emas.org/)
Harga Emas di antam per 14 April 2016 : Rp 52.950.000,- per 100 gram

Buyback: Rp 520.000,- per 1 gram




(4). KESIMPULAN

(pergerakan harga emas 14 April 2016  turun di level 1232, sesuai analisis sebelumnya yaitu tanggal 11 April 2016 di level 1250)

> Kesimpulan 1: 

Jika dilihat dari analisis di atas dan harga realita di market riil, maka saat tanggal 11 April 2016 kita jangan membeli emas dahulu namun menunggu hingga harga emas turun sesuai analisis (Kita jadi memiliki prinsip yang kuat sebelum memutuskan order! )

*Bagi pemilik emas hal ini juga mengindikasikan agar tidak melepas emasnya. Jika pun ada tunggakan pembayaran, pinjamlah dahulu pada pihak lain hingga menunggu trend emas naik/ saat kontraksi up sementara (waktu yang tepat untuk melepas emas)
---------------------------------------------------------------
> Kesimpulan 2:
Menurut analisis pada tanggal 11 April 2016 bahwa sebelum market down (turun), akan terjadi kontraksi up (naik) sementara, dan ini benar-benar terjadi yaitu naiknya harga emas dari level Rp 53.050.000 (11 April 2016) ke level Rp 53.550.000 per 100 gram (12 April 2016), naik Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah)

Sampai di sini, pengetahuan analisis ini penting agar kita tidak panik dengan isu ketidakstabilan ekonomi global dengan mengalihkan sebagian investasi ke sektor safe heaven
Dengan mengetahui bahwa kenaikan harga emas pada tanggal 12 April 2016 hanyalah kontraksi sementara market emas dunia, maka kita dapat bijak untuk menjaga keseimbangan finansial internal antara investasi emas (gold), uang cash, dan aset investasi lainnya seperti properti dan lain-lain. Justru kepanikan kita dengan melihat gejolak market dunia sehingga mengalihkan uang cash kita ke sektor safe heaven, akan berdampak buruk pada rasio keseimbangan modal kita. Kesimpulan poin ke-2 ini adalah model kepanikan jika analisis di luar ekspektasi (padahal kenaikan hanya bersifat sementara). Itulah pentingnya analisis! 

Kesimpulan poin ke-2 ini juga dapat mendukung kestabilan ekonomi dalam negeri, karena ada keseimbangan.

---------------------------------------------------------------

> Kesimpulan 3:

Selisih harga emas per 100 gram tanggal 14 April 2016 dengan tanggal 12 April 2016 adalah Rp 
Rp 53.550.000 - 
Rp 52.950.000 = Rp 600.000,- (Enam ratus ribu rupiah).

Dengan kita menahan untuk tidak membeli emas pada tanggal 12 April 2016 hingga menunggu pembelian saat yang tepat 
 pada tanggal 14 April 2016 (sesuai analisis kita saat itu), maka BUYER (pembeli) akan hemat Rp 600.000,- per 100 gram emas! 

Catatan: Keputusan membeli Emas Riil adalah setelah analisis dengan meriset harga saat/ sebelum analisis dilakukan, artinya rencana pembelian terbaik dimulai sejak tanggal 12 April 2016.
---------------------------------------------------------------

Kesimpulan 4:

Analisis ini dapat digunakan pada masing-masing elemen ekonomi bergantung posisinya masing-masing. Satu analisis dengan banyak manfaat. 

>>>>>>  Untuk Negeriku Indonesia Raya <<<<<<<<

Monday, April 11, 2016

BERIKUT BAGAN SKENARIO RISET FEI, FG, dan FO

RISET FE atau FG atau FO 




(1).HARGA RIIL SAAT ANALISIS (BEFORE): 

............................................................................?

(2). ANALISIS :

............................................................................?


(3). HARGA RIIL SESUDAH ANALISIS (AFTER):


............................................................................?

(4). KESIMPULAN



............................................................................?

Jika kita bisa menentukan kapan waktu order barang riil secara tepat atas dasar analisis sektor non riil, maka kita akan mengetahui Keputusan Order Riil.

RISET FEI, FG, dan FO




Kita akan mencoba menyusun skenario riset di sini, agar lebih sistematis. Open Close Research adalah entri saat Keputusan diambil yang mana efek dari itu akan menimbulkan harga secara riil (nyata) di pasar (market) kemudian. Jika kita bisa menyatukan kapan waktur order barang riil secara tepat atas dasar analisis sektor non riil, maka kita akan mengetahui Keputusan Order Riil. After and before yang dipadukan dengan harga kenyataan di pasar riil adalah kunci untuk menemukan benang merah hubungan antara Sektor Riil dengan Sektor Non Riil. Basis Euro, USD, beserta beberapa Mata Uang Mayor lainnya, Gold, Oil, dan harga yang berlaku di market secara riil (realita) adalah pondasi dasar.

FIT4GLOBAL
www.fit4global.com

Friday, April 8, 2016

Fokus Riset di sini dibagi 3 (tiga) Sektor agar Lebih Tajam

Untuk lebih MEMPERTAJAM RISET di sini, maka saya membaginya menjadi 3 (tiga) sektor utama, yaitu:


(1). Analisis Pergerakan USD dan Mata Uang Mayor lainnya dan Pengaruhnya terhadap Rupiah (IDR) yang dapat mempengaruhi harga barang-barang Ekspor/ Impor berbasis mata uang global (USD, Euro, dan mata uang mayor lainnya) >> sehingga kita dapat memprediksi kapan waktu ekspor dan impor terbaik.--------> #( KODE RISET: FEI )#


(sumber gambar ilustrasi: https://fit4global.files.wordpress.com/2016/04/20160401_202133.jpg)



(2). Analisis pergerakan logam mulia (emas), yang dikorelasikan dengan pergerakan USD dan Rupiah (IDR) >> sehingga kita dapat mengetahui sejak dini prediksi harga Emas ke depan-------> #( KODE RISET: FG )#
(sumber gambar ilustrasi, diambil dari internet)



(3). Analisis pergerakan Minyak Dunia, yang dikorelasikan dengan pergerakan mata uang USD >> sehingga mengetahui sejak dini prediksi Harga Minyak Dunia ke depan.------> # ( KODE RISET: FO )#
(sumber gambar ilustrasi: www.amazine.co)

KETERANGAN:

Faktor Fundamental akan dianalisis juga sebagai faktor eksternal yang mempengaruhi (1) Riset FEI, (2) Riset FG, dan (3) Riset FO



>>>>SEMOGA RISET INI DAPAT BERMANFAAT BAGI MASYARAKAT<<<<<<<

Thursday, April 7, 2016

ECB (European Central Bank) researchers > Daftar Periset di Bank Sentral Eropa

ECB researchers


1). Ampudia, Miguel
Research
2). Angelini, Elena
Economics
3). Beck, Roland
International & European Relations
4). Beyer, Andreas
Research
5). Ca' Zorzi, Michele
International & European Relations
6). Camba-Méndez, Gonzalo
Economics
7). Christoffel, Kai
Research
8). Ciccarelli, Matteo
Research
9). Cimadomo, Jacopo
Economics
10). Coenen, Günter
Research
11). Corradin, Stefano
Research
12). De Fiore, Fiorella
Research
13). De Santis, Roberto A.
Economics
14). Dedola, Luca
Research
15). Dées, Stéphane
Economics
16). Detken, Carsten
Macroprudential Policy and Financial Stability
17). di Mauro, Filippo
Research
18). Dieppe, Alistair
International & European Relations
19). Fahr, Stephan
Macroprudential Policy and Financial Stability
20). Ferrando, Annalisa
Economics
21). Fidora, Michael
Economics
22). Glöckler, Gabriel
Secretariat
23). Hartmann, Philipp
Research
24). Heider, Florian
Research

Daftar Periset Selengkapnya ada di link di bawah ini
(sumber: https://www.ecb.europa.eu/pub/economic-research/html/index.en.html)


Wednesday, April 6, 2016

PENGERTIAN EKSPOR DAN IMPOR

( sumber gambar: www.artikelsiana.com )

(sumber gambar: www.seputarforex.com)



Sumber pendapatan negara salah satunya adalah dari sektor ekspor dan impor.

A. Pengertian Ekspor 
proses transportasi barang atau komoditas dari suatu negara ke negara lain. Proses ini seringkali digunakan oleh perusahaan dengan skala bisnis kecil sampai menengah sebagai strategi utama untuk bersaing di tingkat internasional. Strategi ekspor digunakan karena resiko lebih rendah, modal lebih kecil dan lebih mudah bila dibandingkan dengan strategi lainnya. Strategi lainnya misalnya franchise dan akuisisi.(sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Ekspor)

B. Pengertian Impor
proses transportasi barang atau komoditas dari suatu negara ke negara lain secara legal, umumnya dalam proses perdagangan. Proses impor umumnya adalah tindakan memasukkan barang atau komoditas dari negara lain ke dalam negeri. Impor barang secara besar umumnya membutuhkan campur tangan dari bea cukai di negara pengirim maupun penerima. Impor adalah bagian penting dari perdagangan internasional. (sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Impor)

KESALAHAN UMUM YANG SERING DILAKUKAN OLEH PERUSAHAAN YANG BARU MELAKUKAN EKSPOR-IMPOR YAITU:

1). tidak melakukan penyelidikan yang lengkap sebelum melakukan ekspor,
2). tidak melakukan konsultansi terlebih dahulu.
(sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Impor)


Stabilitas Sistem Keuangan (SSK)


Stabilitas Sistem Keuangan (SSK)

(sumber foto: www.volarefm.com  )

Kondisi dimana institusi keuangan dan pasar keuangan berfungsi secara efektif dan efisien serta mampu bertahan terhadap kerentanan internal dan eksternal sehingga alokasi sumber pendanaan atau pembiayaan dapat berkontribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan.
(sumber: http://www.bi.go.id/id/publikasi/artikel-kertas-kerja/kertas-kerja/Documents/FGD_17%20Januari%202014_Makroprudensial.pdf)

Melalui RISET, Bank Indonesia dapat mengembangkan Instrumen dan Indikator macroprudential untuk Mendeteksi Kerentanan Sektor Keuangan.

PERAN BANK INDONESIA DALAM STABILITAS KEUANGAN

( sumber foto: www.pubinfo.id )

(Point 4) > Melalui pemantauan secara macroprudential, Bank Indonesia dapat memonitor kerentanan sektor keuangan dan mendeteksi potensi kejutan (potential shock) yang berdampak pada stabilitas sistem keuangan. 
Melalui RISET, Bank Indonesia dapat mengembangkan instrumen dan indikatormacroprudential untuk mendeteksi kerentanan sektor keuangan. Hasil riset dan pemantauan tersebut, selanjutnya akan menjadi rekomendasi bagi otoritas terkait dalam mengambil langkah-langkah yang tepat untuk meredam gangguan dalam sektor keuangan.

(Sumber: http://www.bi.go.id/id/perbankan/ssk/peran-bi/peran/Contents/Default.aspx )

Untuk Deal Harga Terbaik KLIK di sini! (Hotel, Penerbangan, dan Kereta Api)

Kalau tertarik, klik di sini!